Tampilkan postingan dengan label Prakarya dan kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prakarya dan kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Mei 2017

tujuan kewirausahaan

TUJUAN KEWIRAUSAHAAN SECARA UMUM

Bisnis tanpa tujuan kewirausahaan ibarat bangunan tanpa pondasi yang kokoh. Bisnis tersebut mungkin saja bisa terbangun, namun kekuatannya akan sangat rapuh. Tanpa tujuan kewirausahaan, sebuah bisnis akan mudah hancur ketika dihadapkan pada situasi yang sulit. Karena itulah, tujuan kewirausahaan merupakan hal yang sangat penting untuk disusun sebelum seseorang memutuskan untuk membangun sebuah bisnis. 
Ada banyak sekali tujuan kewirausahaan yang dapat dijadikan panduan oleh setiap pembisnis. Tujuan kewirausahaan tentunya berbeda-beda, tergantung dari individu yang ada di belakangnya. Secara umum, tujuan kewirausahaan tidak hanya baik untuk diri wirausahawan sendiri. Tujuan kewirausahaan sering kali lebih luas, yakni tujuan kewirausahaan dapat pula baik untuk pihak-pihak lain yang berada jauh dari bisnis tersebut. 

1. Tujuan kewirausahaan : Meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas

Tujuan kewirausahaan yang pertama adalah meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini berdasarkan pada pemikiran jika seorang pembisnis tentunya membutuhkan sumber daya manusia lain untuk membantunya membangun perusahaan. Dengan bimbingan yang tepat, sumber daya manusia tersebut tidak hanya dapat diberdayakan kemampuannya, namun juga dapat dilatih dan dikembangkan supaya dapat menjadi calon wirausaha yang berkualitas. Tujuan kewirausahaan ini tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti, “si anak buah” akan mampu mandiri dan membuka usahanya sendiri. Setelah tujuan kewirausahaan ini terwujud, maka sang pembisnis telah berhasil meningkatkan jumlah wirausaha berkualitas. 

2. Tujuan kewirausahaan : Membudayakan semangat wirausaha di masyarakat

Wirausahawan dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang memiliki jiwa tangguh, kompetitif, dan pandai mencari peluang. Semangat wirausaha yang tidak pernah padam ini sangat baik jika mampu ditularkan ke masyarakat sebagai sebuah tujuan kewirausahaan yang selanjutnya. Tujuan kewirausahaan membudayakan semangat wirausaha di masyarakat dapat diwujudkan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan bersikap seperti apa adanya seorang entrepreneur. Sikap tersebut tentunya akan menginspirasi dan membuat masyarakat tergerak untuk mencoba berwirausaha. Sikap tangguh dan tidak mudah menyerah juga sebaiknya diperlihatkan supaya tujuan kewirausahaan ini dapat membangun semangat orang-orang muda di masyarakat supaya mau bekerja keras untuk mendapatkan keberhasilan. 

3. Tujuan kewirausahaan : Memajukan dan menyejahterakan masyarakat

Tujuan kewirausahaan yang selanjutnya adalah untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Semakin sukses dan semakin berkembangnya sebuah bisnis, pasti akan membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia. Hal ini berarti semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka bagi masyakarat. Dengan berkurangnya jumlah pengangguran, berarti sebuah bisnis telah berhasil mewujudkan tujuan kewirausahaan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.

ciri ciri wirausaha yang baik

Ciri ciri Wirausaha 

Seseorang dikatakan wirausaha sudah tentu memenuhi definisi wirausaha itu sendiri, untuk lebih jelasnya silahkan dibaca  ciri ciri wirausaha dibawah ini:
1. Memiliki keberanian mempunyai daya kreasi
Seorang wirausaha haruslah memiliki keberanian dalam memiliki daya kreasi atau tidak takut untuk bermimpi dan merencanakan. Segala ketakutan akan sia sia dalam bermimpi dan berencana haruslah dihilangkan. Setidaknya harus diingat STOP (Stop “berhenti, Think “berpikir”, Observation “Observasi” dan Plan “rencana”) apabila terjadi hal hal yang membuat ide tersebut tertunda atau mandek.
2. Berani mengambil risiko 
Seseorang dikatakan wirausaha apabila memiliki sifat berani mengambil risiko, hal ini tentu saja harus sejalan dengan perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan serta pengamatan yang dilakukannya terhadap ide yang dimilikinya.
3. Memiliki semangat dan kemauan keras 
Seorang dapat dikatakan wirausaha selain berani mengambil risiko haruslah memiliki semangat dan kemauan yang keras untuk sukses
4. Memiliki analisis yang tepat 
Seseorang dapat dikatakan wirausaha apabila memiliki pengetahuan yang tepat untuk membuat analisis yang tepat, diusahakan mendekati 100 % benar
5. Tidak konsumtif 
Ini adalah penyakit untuk masa sekarang. Seorang wirausaha haruslah tidak konsumtif atau setidaknya, konsumsinya jauh lebih sedikit dari penghasilannya
6. Memiliki jiwa pemimpin 
Jiwa pemimpin harus dimiliki seorang wirausaha. Dengan ini, mereka mampu mengembangkan usaha mereka menjadi lebih maju.
7. Berorientasi pada masa depan 
Sudah jelas, bila anda seorang wirausaha yang inovatif dan kreatif dan memiliki ciri ciri wirausaha yang lain maka anda akan memiliki kemampuan ini
Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya
Ciri ciri wirausaha

Ciri ciri kewirausahawan yang handal dan profesional 

  1. Yakin terhadap produk yang dimiliki 
  2. Mengenal sangat banyak produknya 
  3. Tidak berdebat dengan calon pelanggan 
  4. Komunikatif dan negosiasi Ramah dalam pelayanan 
  5. Santun Jujur dan berani
  6. Menciptakan transaksi 

pengertian wirausaha

Pengertian Wirausaha

Setelah anda mengetahui tentang pengertian kewirausahaan, maka sudah barang tentu anda tahu apa arti wirausaha itu sendiri. Hal itu karena pengertian wirausaha sederhananya adalah orang yang menjalankan wirausaha itu sendiri. Berikut tiga ahli yang memberikan tanggapan tentang apa pengertian wirausaha atau entrepreneur itu.
  1. Wirausaha atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan kesempatan bisnis mengumpulkan sumber sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan (Geoffrey G. Meredit et ak, 1995)
  2. Enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis menerima imbalan jasa berupa profit nonfinancial (Skinner, 1992).
  3. Wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Wirausaha memiliki pengetahuan yang luas tentang lingkungan dan membuat keputusan keputusan tentang lingkungan usaha, mengelola sejumlah modal dan menghadapi ketidakpastian untuk meraih keuntungan (Say, 1996).
Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya
Pengertian wirausaha

Bagaimana, anda sudah mengerti tentang apa pengertian wirausaha dan kewirausahaan? Kalau begitu kita beranjak ke apa ciri ciri wirausaha dan tujuan kewirausahaan itu

pengertian kewirausahaan


Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya


kewirausahaan, wirausaha, apa itu kewirausahaan, ciri ciri wirausaha, dan tujuan kewirausahaan atau wirausaha. Untuk pertama, kita akan menjelaskan tentang pengertian kewirausahaan dan pengertian wirausaha.

Pengertian Kewirausahaan

Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain 
Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.
Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atauentrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis 
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda 
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha 
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya 

perbedaa kerajinan tekstil modern dan tradisional

Kerajinan tekstil modern adl kerajinan tekstil yang di buat dengan bahan dan alat yang canggih dan biasanya tidak sederhana
kerajinan tkstil tradisional adl krajinan tekstil yang di buat dengan alat dan bahan tradisional(alami)

kerjainan tekstil modern itu adalah kaya kerjainan atau sebuah karya seni yang dibuat dengan tekstil sebagai bahan utama dan dibuat dengan cara yang modern seperti menggunakan mesin.

kerajinan tekstil tradisonal itu adalah kaya kerajinan atau sebuah karya seni yang dibuat dengan tekstil sebagai bahan utama dan dibuat dengan cara masih tradisional masih menggunakan tangan.


Jelaskan perbedaan kerajinan tekstil modern dan tradisional



Kerajinan tekstil modern dilakukan dengan menggunakan mesin dan hasilnya pun akan lebih terlihat rapi,jika menngunakan cra radisional dilakukan dengan menggunakan peralatan tradisional,halini dapat menambah rasa cinta terhadap produk tradisiona ldan cara modern dapat dikerjakan dalam waktu yang tidak terlalu lama,sedangkan cara tradisional jangka waktunya tdk dapat diperkirakan

Kerajinan tekstil modern diprosea secara kimiawi oleh mesin pabrik , bahan bahannya menggunakan bahan sintetis olahan pabrik , sedangkan tradisional menggunakan bahan alami yang berasal dari alam dan pembuatannya masih sederhana dengan alat sederhana oleh
 tangan manusia 

Perbedaan ragam hias kerajinan tekstil tradisional dan modern adalah



Kerajinan Tekstil Modern , fungsi:
1., sbgai pemenuhan sandang dan fashion, ex. busana, topi,,tas,sepatu
2., sbgai perlengkapan interur, ex. kain tirai, kain salut kursi
3., sbagai wadah dan pelindung benda, ex. tas laptop,aneka tas, aneka wadah
Kerajinan tekstil tradisional, fungsi,..
1., sbgai kbtuhan sandang, ex. kain panjang, sarung, baju daerah
2., sbgai alat bantu/alat rumah tangga, ex.alat gendongan bayi
3., sbgai alat ritual, ex. kain tenun ulos, kain 
pembungkus kafan motif doa

Tradisional: lebih ke jaman dulu
moderen:  kehidupan sekarang

macam kerajinan tekstil



Kerajinan Jahit Tindas



kerajinan jahit tindas
kerajinan jahit tindas @pojok-utak-atik.blogspot.com

Jahit tindas atau quilting merupakan salah satu teknik menghias permukaan kain dengan cara membuat lapisan kain dengan bahan pelapis kemudian dijahit tindas pada permukaan kain tersebut. Teknik jahit tindas biasa digunakan untuk membuat selimut dengan hiasan-hiasan timbul.

Kerajinan Cetak Saring



Kerajinan Cetak Saring
Kerajinan Cetak Saring @ subhandepok.wordpress.com

Cetak saring merupakan salah satu proses cetak dengan menggunakan layar. Layar tersebut biasa menggunakan bahan nylon atau sutra yang didesain dengan kerapatan dan pola tertentu. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya.
Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak. Salah satu contoh kerajinan cetak saring adalah sablon.


Kerajinan Tenun



Kerajinan Kain Tenun
Kerajinan Kain Tenun @ tenunjepara.wordpress.com

Tenun merupakan salah satu teknik membuat kain yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Biasanya setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat tenun.
Oleh karena itu dengan melihat motif dan warna kain tentu orang bisa mengetahui dari mana kain tenun tersebut berasal. Setiap orang akan merasa bangga bila menggunakan kain tenun yang berasal dari daerahnya.
Pada suku Sumba atau daerah tertentu biasanya menonjolkan corak binatang contohnya Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa dan lain-lain.
Sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif. Bagi daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan sedangkan corak motif binatang hanya sebagai pemanisnya saja


Kerajinan Makrame



Kerajinan Makrame
Kerajinan Tenun @ karokab.go.id

Makrame merupakan jenis kerajinan membuat simpul dan menggarap untaian benang dari awal sampai jadi sat u kain tenun. Hasil kerajinan makrame mempunyai fungsi, kekuatan dan keindahan yang berbeda-beda.
Untuk fungsi dari karya ini bisa dilihat dari produk yang dihasilkan. Sedangkan untuk ketahanan produk sangat bergantung pada dari bahan apa kerajinan ini dibuat.












macam2 kerajinan tekstil

Kerajinan Sulam


Kerajinan Sulam
Kerajinan Sulam @photobucket.com

Bordir atau sulam merupakan suatu hiasan yangg dibuat di kain atau bahan lain dengan menggunakan benang dan jarum. Selain menggunakan benang, bordir atau sulaman bisa menggunakan bahan lin seperti manik-manik, logam, payet bahkan bulu burung.
Kerajinan sulam sendiri terdiri dari berbagai jenis tergantung pada apa hasil dari kerajinan tersebut misalnya sulam terawang, sulam timbul, sulam datar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kerajinan Jahit Perca


Kerajinan Jahit Perca
Kerajinan Jahit Perca @ kirara-shop.com

Perca merupakan sisa-sisa kain untuk membuat pakaian atau kerajinan tekstil lainnya. Jahit perca merupakan proses membuat suatu produk kerajinan tekstil menggunakan bahan-bahan potongan kain perca yang digabungkan dengan cara dijahit mengikuti pola yang direncanakan.
Jahit perca biasa fokus pada teknik menjahitnya bukan pada bahan apa yang digunakan. Untuk mengetahui tentang kerajinan perca bisa membaca artikel lain yang berjudul aneka kerajinan dari kain perca.

contoh macam2 kerajinan tekstil



Contoh Macam-macam Kerajinan Tekstil

Kerajinan tekstil merupakan suatu karya yang terwujud memlalui beberapa tahap pembuatan produk dari bahan tekstil. Desain merupakan langkah awal dalam membuat kerajinan dengan merancang suatu karya seni akan memudahkan dalam mencapai tujuan dalam pembuatan karya tersebut. Berikut ini merupakan contoh kerajinan tekstil yang ada di Indonesia.

Kerajinan Batik



Kerajinan Batik
Kerajinan Batik @ omahteknik.com

Batik merupakan sebuah karya seni bernilai seni tinggi yang sudah diakui oleh dunia. Membatik biasa menggunakan peralatan sederhana seperti canting atau kuas yang digunakan untuk membuat pola tertentu pada kain.
Untuk mewarnai kain tekstilnya menggunakan teknik tutup celup. Kerajinan tekstil batik ini merupakan warisan budaya nusantara dan menjadi ciri khas kebangaan bangsa Indonesia.

macam macam kerajinan tekstil

Macam-macam Kerajinan Tekstil

Macam-macam Kerajinan Tekstil
Macam-macam Kerajinan Tekstil @ yoursolution88.wordpress.com
Seperti yang sudah kita singgung di awal bahwa kerajinan tekstil di Indonesia dibagi menjadi 2 yaitu kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional.
Perkembangan industri tekstil berkembang sangat pesat. Saat ini banyak perancang atau desainer yang menghasilkan karya-karya busana modern. Tetapi tidak sedikit yang mengembangkan ide dari kerajinan tekstil tradisional Indonesia agar dikenal luas oleh dunia. Berikut pembagian kerajinan tekstil Indonesia.

Kerajinan Tekstil Modern

Kerajinan tekstil modern merupakan karya tekstil yang dibuat dengan menggunakan alat bantu modern sehingga bisa membuat suatu produk tekstil dalam jumlah banyak.
Salah satu contoh kerajinan tekstil modern adalah pakaian yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti topi, baju, aneka aksesoris. Selain itu ada juga digunakan sebagai pelangkap interior seperti kain sprei, sarung bantal, keset, lap dan lain-lain.

Kerajinan Tekstil Tradisional



Kerajinan tekstil tradisional merupakan kerajinan tangann yang dibuat dengan menggunakan peralatan sederhana dan menggunakan bahan yang berasal dari alam. Alat yang digunakan biasanya masih sangat sederhana dan tidak bisa memperoduksi barang dalam jumlah banyak.
Contoh kerajinan tekstil sederhana adalah kain tenun, kain sarung, batik tulis dan aneka produk khas dari derah di Indonesia.
























teknik tekstil tenun


slide1


slide2

slide3




slide4



slide5
























kerajinan limbah tekstil












gambar  kerajinan limbah tekstil
















motif motif kerajinan tekstil

Mengenal motif motif


1.Motif Patola juga dikembangkan menjadi kain Cinde di daerah Jawa Tengah. Kain Cinde tidak dibuat dengan teknik tenun ikat ganda, tetapi dibuat dengan teknik direct print, cap atau sablon. Kain ini digunakan sebagai celana dan kain panjang untuk upacara adat, ikat pinggang untuk pernikahan, serta kemben dan selendang untuk menari. Kain serupa terdapat pula di Palembang, disebut kain Sembagi. Sembagi yang berwarna terang digunakan pada upacara mandi pengantin dan hiasan dinding pada upacara adat. Kain Sembagi yang berwarna gelap digunakan untuk penutup jenazah. Motif Patola memengaruhi motif batik Jlamprang yang berwarna cerah yang berkembang di Pekalongan, dan motif Nitik yang berkembang di Yogyakarta dan Surakarta yang berwarna sogan (kecokelatan), indigo (biru), kuning dan putih. Corak Patola juga berkembang di Pontianak, Gorontalo, dan kain tenun Bentenan di Menado. Kerajinan Sumber:

Motif Patola memengaruhi motif batik Jlamprang yang berwarna cerah yang berkembang di Pekalongan, dan motif Nitik yang berkembang di Yogyakarta dan Surakarta yang berwarna sogan (kecokelatan), indigo (biru), kuning dan putih. Corak Patola juga berkembang di Pontianak, Gorontalo, dan kain tenun Bentenan di Menado.

 Kain dengan teknik tenun ikat ganda dibuat di Desa Tenganan Pegeringsingan di Bali. Kain sakral tersebut dikenal dengan nama kain Gringsing yang artinya bersinar. Teknik tenun ikat ganda hanya dibuat di tiga daerah di dunia, yaitu di Desa Tenganan Bali, Indonesia (kain Gringsing), di Kepulauan Okinawa, Jepang (tate-yoko gasuri) dan Gujarat India (kain Patola). Teknik tenun ikat ganda adalah tenun yang kedua arah benangnya, baik benang pada lungsin maupun pakan diwarnai dengan teknik rintang warna untuk membentuk motif tertentu. Kreativitas bangsa Indonesia mampu mengembangkan satu jenis kain tenun Patola Gujarat menjadi beragam tekstil yang sangat indah di seluruh daerah di Indonesia. Contoh perkembangan kain Patola ini hanya salah satu dari bukti kreativitas tinggi yang dimiliki oleh bangsa kita. Pada tekstil tradisional, selain untuk memenuhi kebutuhan sandang, juga memiliki makna simbolis di balik fungsi utamanya. Beberapa kain tradisional Indonesia dibuat untuk memenuhi keinginan penggunanya untuk menunjukkan status sosial maupun kedudukannya dalam masyarakat melalui simbolsimbol bentuk ragam hias dan pemilihan warna. Selain itu ada pula kain tradisional Indonesia yang dikerjakan dengan melantunkan doa dan menghiasinya dengan penggalan kata maupun kalimat doa sebagai ragam hiasnya. Tujuannya, agar yang mengenakan kain tersebut diberi kesehatan, keselamatan, dan dilindungi dari marabahaya.

tekstil tradisional

1.Kerajian tekstil

  Tekstil tradisional Indonesia berkembang dengan kreativitas setempat baik pengaruh dari suku maupun bangsa lain. Secara geogra s, posisi Indonesia terletak pada persimpangan kebudayaan besar, antara dua benua Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasi k. Gelombang kontak perdagangan yang melewati wilayah negara kepulauan Indonesia memberikan pengaruh dan mengakibatkan akulturasi (percampuran) budaya yang tampak pada pengembangan karya kerajinan tekstil di Indonesia. Kain-kain tradisional di wilayah kepulauan Indonesia ini pada awalnya merupakan alat tukar/ barter yang dibawa oleh pedagang pendatang dengan penduduk asli saat membeli hasil bumi dan rempah-rempah di Indonesia. Sekitar abad ke-15 Masehi, pedagang muslim Arab dan India melakukan kontak dagang dengan mendatangi pulau Jawa dan Sumatra. Pengaruh Islam secara langsung dapat dilihat pada tekstil Indonesia. Beberapa batik yang dibuat di Jambi dan Palembang di Sumatra, serta di Utara Jawa, dibuat dengan menggunakan ayat-ayat yang berasal dari bahasa Arab Al Qur’an. Di Indonesia juga terdapat kain sarung kotak-kotak dan polos yang banyak digunakan di Semenanjung Arab, Timur Laut Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasi k. Pada abad ke-13 pedagang Gujarat memperkenalkan Patola, yaitu kain dengan teknik tenun ikat ganda dari benang sutra yang merupakan busana Gujarat, Barat Laut India. Proses pembuatan kain Patola sangat rumit sehingga di India kain ini digunakan dalam berbagai upacara yang berhubungan dengan kehidupan manusia, seperti kelahiran, perkawinan dan kematian juga penolak bala.
   Tekstil tradisional Indonesia berkembang dengan kreativitas setempat baik pengaruh dari suku maupun bangsa lain. Secara geogra s, posisi Indonesia terletak pada persimpangan kebudayaan besar, antara dua benua Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasi k. Gelombang kontak perdagangan yang melewati wilayah negara kepulauan Indonesia memberikan pengaruh dan mengakibatkan akulturasi (percampuran) budaya yang tampak pada pengembangan karya kerajinan tekstil di Indonesia. Kain-kain tradisional di wilayah kepulauan Indonesia ini pada awalnya merupakan alat tukar/ barter yang dibawa oleh pedagang pendatang dengan penduduk asli saat membeli hasil bumi dan rempah-rempah di Indonesia. Sekitar abad ke-15 Masehi, pedagang muslim Arab dan India melakukan kontak dagang dengan mendatangi pulau Jawa dan Sumatra. Pengaruh Islam secara langsung dapat dilihat pada tekstil Indonesia. Beberapa batik yang dibuat di Jambi dan Palembang di Sumatra, serta di Utara Jawa, dibuat dengan menggunakan ayat-ayat yang berasal dari bahasa Arab Al Qur’an. Di Indonesia juga terdapat kain sarung kotak-kotak dan polos yang banyak digunakan di Semenanjung Arab, Timur Laut Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasi k. Pada abad ke-13 pedagang Gujarat memperkenalkan Patola, yaitu kain dengan teknik tenun ikat ganda dari benang sutra yang merupakan busana Gujarat, Barat Laut India. Proses pembuatan kain Patola sangat rumit sehingga di India kain ini digunakan dalam berbagai upacara yang berhubungan dengan kehidupan manusia, seperti kelahiran, perkawinan dan


Melalui perdagangan dengan bangsa Gujarat, keberadaan kain Patola tersebar luas di kepulauan Nusantara. Kain Patola umumnya hanya dimiliki oleh kalangan terbatas. Penduduk setempat yang telah memiliki keterampilan menenun pun mencoba mereproduksi kain yang sangat berharga tersebut dengan tenun ikat pakan. Di Maluku, kain ini sangat dihargai dan dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang atau leher. Para penenun di Nusa Tenggara Timur mengembangkan corak kain tenun yang dipengaruhi oleh corak yang terdapat pada kain Patola, dengan corak yang berbeda untuk raja, pejabat, dan kepala adat dalam jumlah yang sangat terbatas dan hanya dikenakan pada upacara–upacara adat. Kain Patola dari Lio NTT ini ada yang dibuat sepanjang 4 meter yang disebut katipa berfungsi sebagai penutup jenazah.
 

kerajinan tekstil

Materi Prakarya Kelas 10 SMA/SMK Semester 1/2 Lengkap                           


A. Mengenal Kerajinan Tekstil Pengertian kata tekstil adalah jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Tekstil dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari, yaitu kain biasa digunakan untuk pakaian sebagai kebutuhan sandang, sprei pelapis tempat tidur dan sarung bantal, taplak meja, kain yang dijahit menjadi tas dan produk kerajinan lainnya. Kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibagi menjadi kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Kerajinan tekstil modern banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau fungsional, sedangkan kerajinan tekstil tradisional umumnya memiliki makna simbolis dan digunakan juga untuk kebutuhan upacara tradisional. Perkembangan saat ini para perancang atau desainer mulai memanfaatkan kembali kain tradisional Indonesia pada karya-karyanya. Para perancang atau desainer berusaha mengembangkan ide dari tekstil Indonesia agar menjadi lebih dikenal luas di masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia.

 1. Kerajinan Tekstil Modern Karya kerajinan tekstil, secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut : 1) Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion a) Busana b) Aksesoris c) Sepatu d) Topi e) Tas 2) Sebagai pelengkap interior a) Kain tirai b) Kain salut kursi c) Perlengkapan rumah tangga (cempal, alas makan dan minum, tudung saji, sarung bantal, sprei, keset, lap, dll) d) Aksesori ruangan (wadah tissue, taplak, hiasan dekorasi ruangan, kap lampu, dll) 3) Sebagai wadah dan pelindung benda a) Tas laptop b) Aneka tas C) Aneka wadah D) Aneka dompet E) dan lain-lain

Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu karya kerajinan biasanya mempunyai ciri khas dari daerah yang membuatnya, demikian pula dengan produk kerajinan tekstil. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam. 2. Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia Karya kerajinan tekstil tradisional Indonesia, secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut. 1) Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh, seperti kain panjang, sarung dan baju daerah 2) Sebagain alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan bayi dan untuk membawa barang 3) Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu), contohnya, a) Kain tenun Ulos b) Kain pembungkus kafan batik motif doa c) Kain ikat celup Indonesia Timur (penutup jenazah) d) Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung e) Kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida f) Kain Songket untuk pernikahan dan khitanan g) Kain Poleng dari Bali untuk acara ruwatan (penyucian) Kerajinan Sumber: https://encrypted-tbn3.gstatic.com Gambar 1.3 Aneka ragam tekstil Indonesia, diantaranya tenun dan sarung

Selasa, 09 Mei 2017

9 manfaat pupuk kompos

Anda ketahui Manfaat pupuk kompos yang bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Dan pupuk kompos sebenarnya sangat mudah kita buat sendiri.pembuatannya bisa kita lakukan secara mandiri dirumah sendiri atau secara Anda ketahui Manfaat pupuk kompos yang bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Dan pupuk kompos sebenarnya sangat mudah kita buat sendiri.pembuatannya bisa kita lakukan secara mandiri dirumah sendiri atau secara komunal atau kelompok masyarakat .                                                      Siapa kira kira orangnya yang tidak ingin    lingkungannya bersih pasti jawabannya semua kepengin bersih .kamar ,rumah,halaman,kantor kerja      atau lingkungan sekitar kita membutuhkan kebersihan untuk menumbuhkan kenyamanan.   dan yang menjadi persoalan utama kebersihan ,biasanya   masalah sampah yang paling utama .                      

Administrasi perkantoran

bentuk komunikasi kantor

BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI Menurut Deni Darmawan (2007) komunikasi itu sendiri dapat terjadi dalam beberapa bentuk, diantaranya dalam bentuk...